Thanks to com-com
Semenjak rasa bersalah gw ma si bobi….gw jadi inget semua hal yang udah berjasa dalam hidup gw pe sekarang, terutama buat si com-com..nasib nya sama ma bobi….tapi syukur deh gw gk termasuk melanggar undang-undang priperbendaan…coz…si com-com dalam keadaan sehat wal afiat…
Com..thanks ya udah nemenin gw sejak tahun 2004…berarti kita udah bareng selama 4 tahunan kan…elo berjasa banget ngebantuin gw nyelesein tugas-tugas kuliah gw….mungkin yang paling terberat saat gw ngerjain proyek KP…pe tengah malem bahkan hampir 24 jam…dalam beberapa minggu…sorry ya….com…lo gak kecipratan hasil proyeknya…hehe…gw mang jahat ya com ???? tapi elo gak usah ngeraguin rasa sayang gw ke elo com…sebenernya rasa sayang gak diukur dari kecipratan yang tadi kan…..buktinya gw tetep ngejaga lo dengan baik….bahkan gw tambahin aksesoris lucu2 buat lo…gw beliin lo rumah…supaya elo enak istirahat…
|
em..bukan maksud gw mem-pensiunkan elo com….menurut gw elo perlu istirahat supaya kondisi elo tetep terjaga. Gak usah kwatir gw kan sekarang di bantuin ma si lop-lop….et….jangan curiga gitu …bukannya gw mutusin hubungan ma elo…gw tetep perlu elo tuk…hehehe..maafin gw ya com….ngerusak otak elo buat….percobaan gw trobelshuting…em….makanya…sebelum dan sesudahnya….gw perlu dengan resmi buat pernyataan thank to buat elo com…..thanks ya com…. |
DI SISI KERLIP BERALIH SINARAN
Entah apa yang harus ku lakukan, ku hanya mampu berdiri tanpa langkah tanpa gerak tanpa kata dan tanpa rasa, aku tahu beribu impian telah terangkai menunggu dan mengantri untuk diwujudkan, tapi mereka sepertiya harus lebih lama lagi menunggu karna ku tak mampu berlaku dan melenggang.
Dalam gelap dan kesunyian hati, ku pandang ke atas menatap setiap pancaran mungil dan ku memang sendiri, terpaan caci yang ku dengar , tiupan kehebatan mereka yang kulihat dan kehidupan yang indah meraka rasakan. Seiring awan gelap yang semakin pekat dalam pandanganku.
Sekali lagi ku harus turuti sang indera penatap yang tak mampu terpejam dalam malam yang semakin larut, ku buka pintu berlahan, melangkah pelan tanpa harus membangunkan mereka yang telah menari dalam dunia mimpinya, sebuah taman kecil menjadi tujuanku, duduk di ayunan milik senyum ceria masa kecilku, ayunan yang telah renta tak mampu lagi mengayun tubuhku, dia hanya bisa diam tanpa gerak, seakan tubuhnya telah lumpuh, tapi dia tetap setia menjadi sandaranku tiap malam-malam gelap dan ku ucap “ hai bintang aku datang….”, satu pijaran pun berkelip dan memantul dalam mataku, angin yang terus berhembus memaksa ku harus berebut dengan tanaman di sekelilingku, sesaat ku merasa sedikit merinding, ah tak mungkin ada sesuatu yang akan membuatku berteriak, berlari ketakutan dan akan membuatku jera tak lagi keluar malam seperti ini lagi, tapi sudah cukup lama aku seperti ini dan ku tak berharap akan terjadi hal-hal yang membuatku takut….ya…hantu…em…pocong, kuntil anak, atau sebangsa dan senegaranya….tidak….aku pasti akan pingsan jika mereka ingin berkenalan denganku, tidak….tapi kenapa bulu kudukku semakin berdiri, angin malam pun bertiup menyentuh kulitku yang semakin merinding, karna…tidak….mataku pasti salah…sudahlah ku tak harus mengalihkan pandanganku pada bayangan yang berdiri disisi pohon itu…tidak….aku hanya ingin memandang keindahan bintang di atas sana…dan mengingat keindahan yang telah aku lalui setahun yang lalu, keindahan yang mampu membuatku merasa yakin bahwa aku telah menemukan bintangku, tapi setahun itu pun aku harus merelakan keindahan yang ku jalani dengan rasa bersalah dan dosaku pada pemilik bintang itu, hingga saat ini ku berada di tempat yang sama, ku ingin menarik kataku bahwa “ dia bukan bintangku…” tapi keindahan ini adalah milikku dan juga miliknya….tapi mungkin saja jika itu indah baginya…
Daun-daun kering yang berjatuhan di atas rumput taman, berteriak kesakitan terinjak jejak-jejak yang melangkah, mendekat dan terus mendekat…tidak…bayangan di sisi pohon itu hilang, tidak…suara itu…
“bintang yang indah…” ah mungkin aku sekarang berada dibawah alam sadarku, disisi berdiri bayangan yang sama, bertubuh tegap tapi sedikit kerempeng, ah…mana ada hantu yang kerempeng….em…mungkin ada….tapi dia telah mengatakan sesuatu, eh…apa hantu juga suka melihat bintang….ah…mana mungkin, atau dia hantu yang kesepian sepertiku…mungkin…yang pasti ku tak berani membalikkan badanku…bayangan itu bergerak…menjauh…dan kini ku merasa ada sosok yang telah berdampingan disisiku, ah…aku baru ingat mana ada hantu punya bayangan…dan entah kenapa aku tak lagi merinding, bulu kudukku pun kini telah merebahkan tubuhnya…jadi dia bukan…
“aku bukan pencuri…bintangmu dari pandanganmu”
aku tak begitu yakin dengan ucapannya karna dia telah mengusik malamku
“ aku hanya ingin menemanimu melihatnya”
Menemaniku melihat bintang…terimakasih tapi aku lebih suka melihatnya sendiri, dengan beribu harapan tuk menikmati bintang yang berkelip dengan keindahan yang kurasakan bersama bintangku, ah…tidak…bukan bintangku lagi, tapi sebenarnya aku belum yakin menarik kataku, karna setiap jejak selalu ku lewati dengan parasnya, setiap ucapku selalu memanggil namanya, ya…aku masih menginginkannya, aku merinduhkannya, ya aku ingin menikmati bintang bersamanya, sekali saja…dan aku ingin dia menepati janjinya…janjinya dikala fajar yang indah…
“aku berlari seorang diri, kadang mencari dan kadang menghindar dari rasa yang selama ini menyelimutiku”
Berlarilah, tak kan ada yang melarang sipapun tuk berlari mencari ataupun mengindar karna itu dirimu, dan rasa bukan lah kesalahan yang tersesali karna telah menghampiri atau dihampiri, meskipun takkan pernah tersinggahi. Bersyukurlah kau mampu berlari, paling tidak kau mampu bergerak, tapi aku…aku hanya mampu berdiri pada titik kecil yang diam tanpa gerak, sekali lagi bersyukurlah, kau mampu berlari menyambut hari yang silih berganti, dan aku hanya diam tanpa rasa yang terus beralih, berganti, semua seakan-akan sama pada satu waktu, satu tempat, diam, tak bergerak, ya…diam dan hanya diam tanpa perubahan, diam tak mampu membuka lembaran baru untuk aku selusuri dangan tarian penaku, dan hanya mampu menatap bayangan bintang itu, berkedip sesaat penghilang lelap, kemudian menatap kembali…seakan ku ingin menangis, berteriak, kemana bintangku, dimana dia, aku sangat merinduhkanya, aku …aku…aku tak mampu bergerak tanpanya…aku mencintainya, jika cinta adalah rasa , jika rasa itu adalah bintang, jika bintang bisa bersinar, kenapa dia tak menyinariku, apa karena dia memang bukan bintangku, tapi ku ingin dia bintangku, aku ingin, kenapa harus dia, kenapa harus rasa ini, jika membuatku lumpuh temani ayunan, kenapa aku harus diam, kenapa rasa….kenapa…aku memang tak mampu…entah…tersiksa dalam keindahan, hingga ku jatuh dalam kesendirianku, kehilangan bintangku…entah…tidak…aku berteriak
“aku pernah diam, roboh, tak mampu berdiri tapi ku mampu beranjak ketika ku disinari bintang, hingga ku benar-benar mampu berlari, seorang diri, berlari mengerjar bintang malam, berhenti ketika bintang mulai menghilang, hinggaku mampu mengingat sebuah janji…dan karna bintang itu ku ingin mengukirnya menjadi prasanti dalam hati bintangku…”
Sudahlah…kali ini ku tak mampu mengurai kata, berkatalah aku akan mendengarnya, semua seakan telah luruh seiring gerimis kecil yang melempari kulitku, dan sepertinya malam akan berganti
“ tataplah aku, katakan bahwa aku masih bintangmu…”
Tidak…aku tidak memiliki bintang lagi…ya….bintangku telah pergi, telah mengundurkan diri sebelum ku usir, bintangku bukanlah bintangku, dan sekarang ku hanya ingin menatap bintang itu…karna sesaat lagi dia akan berganti, meminta temannya tuk menerangi bumi ini…em…mungkin sedikit lebih lama lagi
Diam….sepi….sunyi…
“ tidak…aku takkan mampu bila bintang di atas meninggalkanku, aku akan pergi sebelum dia meninggalkanku…” aku beranjak dari ayunan
“ tunggu, sebentar lagi…” dia menggenggam tanganku, menariknya, dan ku terduduk kembali
“ aku datang untuk menepati janjiku…”
Janji…selarut ini untuk menepati janji, siapa yang berhutang janji , siapa yang ingin membayarnya….aku sudah melupakannya, aku….tidak…sulit untuk aku lupakan, sukar sekali…tapi ku tak ingin menatapmu
“lihat…berdirilah…lihat kemerahan itu, lihat sinar itu, lihat mentari itu yang semakin menampakkan wajahnya…sun rise”
Dan ku hanya mampu menatap keindahan sinar merah bercampur kuning, sebuah lingkaran ditenganya….sun rise…sebuah janji
“ aku membayarnya, ku mohon kembalikan diriku sebagai bintangmu”
Janji yang telah dibayar….mentari yang telah hadir terangi langit yang semakin biru, embun pagi yang mulai menetes bersatu dengan tetesan b
………
di salah satu koran lokal di daerah happy, ada iklan “siapa saja yang pengen cerpen atau puisinya dipublikasikan di koran ini silahkan kirim ke blabla…”
nah dengan adanya iklannya iklan itu…happy kirimlah puisi happy…tapi…nih hampir 1 tahun…eh…kok gak diterbitkan juga yah…bt happy,,,,,apa gak layak yah haha….btw…. mending happy publikasikan aja sebagian dari rangkaian kata-kata happy…di blog ini…hihi….
JENGAH……
Biasanya sang surya menyentuh menyengat hariku
Tapi hari ini…derai berdentam menghujani bumi hatiku
Membekap ditiap pelukan yang terlepas
Sungguh aku tertinggal kini
Tertuliskah sudah risalah sunyiku
Menorehkan tinta diatas secarik kerinduhan
Yang tak pernah usai
Dan aku….terpekur…termengu…
sendiri…..
Menggeruhkan sang pengemban ini….
Entah….semakin melumat tanpa arah
Laci-laci hati terbongkar…berserakkan
Jengah….sangat……
…..entahlah…….
Tunggu…dimana kemayu kerlip itu…
Berpenampang dengan tameng senyum
Tegap melangkahi alur….
Sungguh ronaku bergidik setiap lekingan…memekik rasa
Disudut sabar dan ikhlas….dari ayat rinduh
Dan….entahlah….
Satu…tetapkan aku dalam pelukMU ILLAHI…..
Kamar mungilku
Pyuw’070308
Mungkin….
aku slalu melaluinya…
selalu lah ia….membekap kerap disudut itu…..
mengadah gemerincing tiap denting keping
sebagai penerus jalan hidup…..
dihari yang merangas…sang terik memecahkan telapak yang dulu lembut dan halus
mungkin…..saja….
menggurat senyum yang terperih melukai hati
merinai gerimis…..berbaur bersama kedip yang basah pula….
mungkin juga…..dulu berteduh dalam selimut kehangatan…..
bahkan……mungkin dulu membuncah…berbahak bersama penghibur hati….
berlayar seindah hari yang berganti…seindah tiap keping dan tiap lembar
dan mungkin….
sekeping….selembar….
mengelar hembusan harinya yang tersenyum………..tanpa perih…..
avanza
270308
Bilikku
Dengarlah di sisi bilik perasa ini
Yang melantun lembut meningkahi hati yang merinduh
Seakan mampu menyepuh kesuraman hari dari semburat lelah
Sejenak….malam-malam ku yang terkilatkan cahaya….
gemilang dari riak yang tertahan merinduh
mungkinkah rentetan ini…akan melaskar tegap….
sampaikan ayat yang mentereng gagah di ranah sang lubuk…..
ah…..berdalihlah aku……
jika memang sendiriku mengelayuti rasa…
dalam bilik yang bermukena luluh
mengaluri rasa sesepi kelam dari keramaian penghibur khayalku….
tetapku dibilik…..hingga bintang itu bersinar
menaungiku di jagat kisah rasa dalam ridhoNya….
biarlah ku tetap dibilik….
dibilik hatiku….kecuali….
kau ajak ku menyinggahi bilikmu atas lantuan malam-malammu….padaNya….
kamar mungilku
pyuw 040408
Sejak itu…
Sejak gurat itu terlukis di wajahnya
Dan warna kelabu yang terpasung menjiwai rasa
Seperti hari itu yang tersamar
Diantara biru dan….memudar
Beranjaklah…sudah hingga meniti sapuan hati
Yang berada di genangan kebencian
Kegamangan yang memuntah berbiak-biak
Ah…..sudahlah…
Lengkuh aku….sesanggukan aku….
Kecupan itu memutar kincir hati
Seakan biar dalam likat berkelabat kelam
Membelit….semacam tetesan yang berarak tinggalkan kenangan
Tiba-tiba kepakan sayap mengitari titisan rasa
Mencabut kuntum….berarak dalam rangkaian bunga janji
Oh…inikah…saat itu….
Kelas
Pyuw 060508
Kembali
Tiap tikungan yang menghijau itu
Ku temukan cengkrama yang berdesir
Di dedaunan hijau …menguning gugur dan kembali tumbuh…..
Hingga tiap tilas langkah berbekas
Menangkar kisah…di kelok rona gelak
membuailah rasa yang hadir….kini….
Entah ….seterjal pendaki yang membuncah diantara gundukan-gundukan tinggi
Berkecipak setetes embun hingga mampu menghias
Dan…mampu membuka jalan dalam lengkungan yang kan teraluri kembali
Semoga saja sang pengarak kan terbangkan rasa kembali
dikehijauan yang membirukan hati
Sungguh ku ingin kembali….
Diantara ranting dan seteguk air dari akar rotan
disetiap kecuraman dan terjal
lengguh berkelabat rasa dalam genggaman….
kembalilah….
kalangisan,loksado
pyuw190508
OUR DAYS…IS…BEAUTIFUL
Tingkatkan popularitas Jaga penampilan! Memang, kecantikan hati dan pribadi yang matang lebih penting dari gaya berpakaian dan dandanan. Tapi bagaimana pun semua manusia adalah pecinta keindahan. Nggak ada salahnya, kan, kalau kita dandan sedikit, biar kelihatan indah. Kalau ada undangan, pakailah baju yang sesuai dress code. Jangan sok cuek dan menganggap itu nggak penting. Berpakaian sesuai dress code menandakan kita menghargai pihak yang mengundang, dengan demikian mereka juga akan menghargai kita. Tapi yang penting pakailah yang nyaman untuk kita. Meski sesuai dress code, kalau kita terlihat seperti lontong ya nggak, dong…. Yuk, lebih aktif Sementara yang lain asyik berkaraoke, kita jangan cuma diam saja. Diajak nyanyi nggak mau, goyang apalagi… lama-lama orang lain bakal bersikap masa bodoh dengan kita. Asal tahu aja, nih, kata jaim, tuh, sudah basi-yang ada cuma percaya diri! Biarpun suara kita pas-pasan dan goyangan kita kurang oke, nggak usah dipikirin, lakukan saja dan bersenang-senanglah! Koleksi lawakan dan kejadian lucu yang pernah kita alami jangan disimpan sendiri. Bagilah dengan teman-teman kita. Berani menceritakan pengalaman memalukan jadi salah satu tanda kalau kita sudah dewasa. Nggak bakal bikin kita terlihat bodoh, kok, setiap orang pasti pernah bikin kesalahan. CC
nah…..kan hidup cuma sekali…so manfaatin sebaik mungkin….. kalo ada kerikil ya trus maju jalan trus…..
happy say ” to be is to do and to do is to be”
====|PYUW|====
SEMAKIN HARI, SEMAKIN TANGGUH
Kasus 1: Terancam PHK
Akibat krisis ekonomi, kabarnya perusahaan tempat kita bekerja akan mengurangi jumlah karyawan. Memang, sih, serba belum pasti tapi hal ini tetap bikin semua orang panik. Gimana kalau kita yang kena?
We are survivors!
Awalnya mungkin kita bingung, tapi nggak boleh berdiam diri dan menunggu kabar tersebut jadi kenyataan. Mendingan mulai sekarang kita cari tahu peluang atau pekerjaan di perusahaan lain yang sama menjanjikan sebagai tindakan antisipatif. Syukur-syukur sudah dapat pekerjaan pengganti sebelum jadi pengangguran.
Seandainya kita telanjur pindah padahal perusahaan dinyatakan kembali stabil, anggap saja sebagai berita baik buat rekan kerja yang lain. Toh, kita pindah atas kemauan sendiri. Tinggal kita berusaha sebaik mungkin di tempat yang baru, deh.
Kasus 2: Butuh status
Hampir setiap minggu kita dan pacar menghadiri pernikahan saudara atau sahabat. Tapi setelah tiga tahun menjalin hubungan, si dia sama sekali nggak menunjukkan tanda-tanda mau mengajak kita serius. Sampai akhirnya kita bosan sendiri mendengar pertanyaan “Kapan menyusul?” Sebel!
We are survivors!
Relasi akan selalu melibatkan orang lain dan seharusnya semua hal di dalamnya berlaku seimbang. Jadi, keputusan menikah bukan hanya ada di tangan pacar, tuh. Kita boleh banget berinisiatif mengajak si dia membicarakan hal ini supaya terjadi kesepakatan bersama.
Tapi kita juga mesti siap menghadapi kemungkinan terburuk, misalnya si dia belum mau menikah dan justru minta putus. Jangan sampai kita meratapi ‘nasib’ dan menyalahkan diri sendiri. Nggak banget, ah! CC
so……keep smile everyday…guys
====|PYUW|====
BOBIKU SAYANG BOBIKU DEKIL
Pyuw : “ bob gak kerasa ya kita udah lima tahun “
Bobi : “ iya…” (jawab singkat si bobi)
Pyuw : “ bob lo sayang gak sih ma gw…..?”
Bobi “ ?????!!!!!” (diem aja…)
Pyuw : “ gw sadar kok bob…gw bukan cewek yang terbaik buat lo, mungkin kalo lo ma cewek lain, lo bakal lebih bahagia…..gw bisa kok ngerasain sakitnya elo semenjak ma gw….diawal kita kenalan…gw udah bikin elo jatuh ke selokkan, pe badan lo baret-baret…bukannya gw ngobatin elo eh…gw malah cuekin elo….dan kejadian itu berulang kesekian kali…gw masih inget kok bob…waktu kita jatuh di depan taman….itu sih bukan gw yang salah…dia yang nabrak kita bob….terus waktu kita jatuh di deket pasar…ya gw akui itu salah gw….mo cepet-cepet….”
Bobi : “ hiks…..hiks….?”
Pyuw :” maafin gw ya bob….gw udah bikin lo sakit…..”
Bobi :” gak papa kok……tapi….”
Pyuw : “ tapi apa bob ?”
Bobi : “ lo kok tega ma gw sih….lo yang gak sayang ma gw pyuw…?”
Pyuw :” maksud loh….?”
Bobi : diem……
Pyuw :” ya gw akui karena seringnya kita jatuh, akhir-akhir ini kesehatan lo jadi menurun, mang sih seharusnya gw bawa elo cek up …periksa ke dokter tiap bulan..paling gak tiap 3 bulan sekali…tapi kan lo tau bob….gw sibuk….yang lebih pentingnya duit gw pas-pas an bob….
Gw tahu kok bob…gw sadar…elo perlu vitamin….elo perlu perawatan body…..tapi….ya gw harap elo ngertiin gw bob….pa lagi kita udah 5 tahun bersama bob…. “
Bobi : “ iya….tapi lo kok tega sih menurunkan daya tarik gw…..”
Pyuw : “ maksud lo…daya tarik ?”
Bobi : “ gw seneng…..setiap kita jalan bareng kemana aj…gw siap nganter elo…gw selalu semangat ngater elo karna yang gw anter cewek manis yang caem abis (kasihan kalo gak di puji…walaupun gw dosa udah boong)…..tapi elo…kok tega sih bikin gw dekil…”
Pyuw : “ dekil..?….hehe..maafin gw ya bob…tapi makasih ya atas pujiannya…gw mang manis kok…lo gak salah bob…”
Bobi : “ errrggggggg”
Pyuw :” hehe…iya deh bob…gw janji , gw bakal rajin mandiin elo….pake sampho yang gak pedih kalo kena mata…..atau sesekali elo gw ajak mandi salju…..ngasih vitamin oli,supaya elo selalu sehat walafiat, makein handbody supaya kulit lo slalu kinclong, gw janji bob suer…..”
Bobi : tersenyum……
Pyuw :” tapi bob….kalo gw gak ada kerjaan ya….kan elo tahu kerjaan gw nambah semenjak gw megang 2 sekolah…..”
Bobi : “ hiks…hiks…”
pyuw :” i love u bob….”
|
|
|
si bobi tempat penitipan helm….DA 3031 BR |
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Januari 2010 (1)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (2)
- September 2008 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

