Pyuw22′s Weblog

to do is to be and to be is to do

Thanks to com-com

Semenjak rasa bersalah gw ma si bobi….gw jadi inget semua hal yang udah berjasa dalam hidup gw pe sekarang, terutama buat si com-com..nasib nya sama ma bobi….tapi syukur deh gw gk termasuk melanggar undang-undang priperbendaan…coz…si com-com dalam keadaan sehat wal afiat…

Com..thanks ya udah nemenin gw sejak tahun 2004…berarti kita udah bareng selama 4 tahunan kan…elo berjasa banget ngebantuin gw nyelesein tugas-tugas kuliah gw….mungkin yang paling terberat saat gw ngerjain proyek KP…pe tengah malem bahkan hampir 24 jam…dalam beberapa minggu…sorry ya….com…lo gak kecipratan hasil proyeknya…hehe…gw mang jahat ya com ???? tapi elo gak usah ngeraguin rasa sayang gw ke elo com…sebenernya rasa sayang gak diukur dari kecipratan yang tadi kan…..buktinya gw tetep ngejaga lo dengan baik….bahkan gw tambahin aksesoris lucu2 buat lo…gw beliin lo rumah…supaya elo enak istirahat…

em..bukan maksud gw mem-pensiunkan elo com….menurut gw elo perlu istirahat supaya kondisi elo tetep terjaga.

Gak usah kwatir gw kan sekarang di bantuin ma si lop-lop….et….jangan curiga gitu …bukannya gw mutusin hubungan ma elo…gw tetep perlu elo tuk…hehehe..maafin gw ya com….ngerusak otak elo buat….percobaan gw trobelshuting…em….makanya…sebelum dan sesudahnya….gw perlu dengan resmi buat pernyataan thank to buat elo com…..thanks ya com….

September 22, 2008 Posted by | my story | 4 Komentar

DI SISI KERLIP BERALIH SINARAN


Entah apa yang harus ku lakukan, ku hanya mampu berdiri tanpa langkah tanpa gerak tanpa kata dan tanpa rasa, aku tahu beribu impian telah terangkai menunggu dan mengantri untuk diwujudkan, tapi mereka sepertiya harus lebih lama lagi menunggu karna ku tak mampu berlaku dan melenggang.

Dalam gelap dan kesunyian hati, ku pandang ke atas menatap setiap pancaran mungil dan ku memang sendiri, terpaan caci yang ku dengar , tiupan kehebatan mereka yang kulihat dan kehidupan yang indah meraka rasakan. Seiring awan gelap yang semakin pekat dalam pandanganku.

Sekali lagi ku harus turuti sang indera penatap yang tak mampu terpejam dalam malam yang semakin larut, ku buka pintu berlahan, melangkah pelan tanpa harus membangunkan mereka yang telah menari dalam dunia mimpinya, sebuah taman kecil menjadi tujuanku, duduk di ayunan milik senyum ceria masa kecilku,  ayunan yang telah renta tak mampu lagi mengayun tubuhku, dia hanya bisa diam tanpa gerak, seakan tubuhnya telah lumpuh, tapi dia tetap setia menjadi sandaranku tiap malam-malam gelap dan ku ucap “ hai bintang aku datang….”, satu pijaran pun berkelip dan memantul dalam mataku, angin yang terus berhembus memaksa ku harus berebut dengan tanaman di sekelilingku, sesaat ku merasa sedikit merinding, ah tak mungkin ada sesuatu yang akan membuatku berteriak, berlari ketakutan dan akan membuatku jera tak lagi keluar malam seperti ini lagi, tapi sudah cukup lama aku seperti ini dan ku tak berharap akan terjadi hal-hal yang membuatku takut….ya…hantu…em…pocong, kuntil anak, atau sebangsa dan senegaranya….tidak….aku pasti akan pingsan jika mereka ingin berkenalan denganku, tidak….tapi kenapa bulu kudukku semakin berdiri, angin malam pun bertiup menyentuh kulitku yang semakin merinding, karna…tidak….mataku pasti salah…sudahlah ku tak harus mengalihkan pandanganku pada bayangan yang berdiri disisi pohon itu…tidak….aku hanya ingin memandang keindahan bintang di atas sana…dan mengingat keindahan yang telah aku lalui setahun yang lalu, keindahan yang mampu membuatku merasa yakin bahwa aku telah menemukan bintangku, tapi setahun itu pun aku harus merelakan keindahan yang ku jalani dengan rasa bersalah dan dosaku pada pemilik bintang itu, hingga saat ini ku berada di tempat yang sama, ku ingin menarik kataku bahwa “ dia bukan bintangku…” tapi keindahan ini adalah milikku dan juga miliknya….tapi mungkin saja jika itu indah baginya…

Daun-daun kering yang berjatuhan di atas rumput taman, berteriak kesakitan terinjak jejak-jejak yang melangkah, mendekat dan terus mendekat…tidak…bayangan di sisi pohon  itu hilang, tidak…suara itu…

“bintang yang indah…” ah mungkin aku sekarang berada dibawah alam sadarku, disisi berdiri bayangan yang sama, bertubuh tegap tapi sedikit kerempeng, ah…mana ada hantu yang kerempeng….em…mungkin ada….tapi dia telah mengatakan sesuatu, eh…apa hantu juga suka melihat bintang….ah…mana mungkin, atau dia hantu yang kesepian sepertiku…mungkin…yang pasti ku tak berani membalikkan badanku…bayangan itu bergerak…menjauh…dan kini ku merasa ada sosok yang telah  berdampingan disisiku, ah…aku baru ingat mana ada hantu punya bayangan…dan entah kenapa aku tak lagi merinding, bulu kudukku pun kini telah merebahkan tubuhnya…jadi dia bukan…

“aku bukan pencuri…bintangmu dari pandanganmu”

aku tak begitu yakin dengan ucapannya karna dia telah mengusik malamku

“ aku hanya ingin menemanimu melihatnya”

Menemaniku melihat bintang…terimakasih tapi aku lebih suka melihatnya sendiri, dengan beribu harapan tuk menikmati bintang yang berkelip dengan keindahan yang kurasakan bersama bintangku, ah…tidak…bukan bintangku lagi, tapi sebenarnya aku belum yakin menarik kataku, karna setiap jejak selalu ku lewati dengan parasnya, setiap ucapku selalu memanggil namanya, ya…aku masih menginginkannya, aku merinduhkannya, ya aku ingin menikmati bintang bersamanya, sekali saja…dan aku ingin dia menepati janjinya…janjinya dikala fajar yang indah…

“aku berlari seorang diri, kadang mencari dan kadang menghindar dari rasa yang selama ini menyelimutiku”

Berlarilah, tak kan ada yang melarang sipapun tuk berlari mencari ataupun mengindar karna itu dirimu, dan rasa bukan lah kesalahan yang tersesali karna telah menghampiri atau dihampiri, meskipun takkan pernah tersinggahi. Bersyukurlah kau mampu berlari, paling tidak kau mampu bergerak, tapi aku…aku hanya mampu berdiri pada titik kecil yang diam tanpa gerak, sekali lagi bersyukurlah, kau mampu berlari menyambut hari yang silih berganti, dan aku hanya diam tanpa rasa yang terus beralih, berganti, semua seakan-akan sama pada satu waktu, satu tempat, diam, tak bergerak, ya…diam dan hanya diam tanpa perubahan, diam tak mampu membuka lembaran baru untuk aku selusuri dangan tarian penaku, dan hanya mampu menatap bayangan bintang itu, berkedip sesaat penghilang lelap, kemudian menatap kembali…seakan ku ingin menangis, berteriak, kemana bintangku, dimana dia, aku sangat merinduhkanya, aku …aku…aku tak mampu bergerak tanpanya…aku mencintainya, jika cinta adalah rasa , jika rasa itu adalah bintang, jika bintang bisa bersinar, kenapa dia tak menyinariku, apa karena dia memang bukan bintangku, tapi ku ingin dia bintangku, aku ingin, kenapa harus dia, kenapa harus rasa ini, jika membuatku lumpuh temani ayunan, kenapa aku harus diam, kenapa rasa….kenapa…aku memang tak mampu…entah…tersiksa dalam keindahan, hingga ku jatuh dalam kesendirianku, kehilangan bintangku…entah…tidak…aku berteriak

“aku pernah diam, roboh, tak mampu berdiri tapi ku mampu beranjak ketika ku disinari bintang, hingga ku benar-benar mampu berlari, seorang diri, berlari mengerjar bintang malam, berhenti ketika bintang mulai menghilang, hinggaku mampu mengingat sebuah janji…dan karna bintang itu ku ingin mengukirnya menjadi prasanti dalam hati bintangku…”

Sudahlah…kali ini ku tak mampu mengurai kata, berkatalah aku akan mendengarnya, semua seakan telah luruh seiring gerimis kecil yang melempari kulitku, dan sepertinya malam akan berganti

“ tataplah aku, katakan bahwa aku masih bintangmu…”

Tidak…aku tidak memiliki bintang lagi…ya….bintangku telah pergi, telah mengundurkan diri sebelum ku usir, bintangku bukanlah bintangku, dan sekarang ku hanya ingin menatap bintang itu…karna sesaat lagi dia akan berganti, meminta temannya tuk menerangi bumi ini…em…mungkin sedikit lebih lama lagi

Diam….sepi….sunyi…

“ tidak…aku takkan mampu bila bintang di atas  meninggalkanku, aku akan pergi sebelum dia meninggalkanku…” aku beranjak dari ayunan

“ tunggu, sebentar lagi…” dia menggenggam tanganku, menariknya, dan  ku terduduk kembali

“ aku   datang untuk menepati janjiku…”

Janji…selarut ini untuk menepati janji, siapa yang berhutang janji , siapa yang ingin membayarnya….aku sudah melupakannya, aku….tidak…sulit untuk aku lupakan, sukar sekali…tapi ku tak ingin menatapmu

“lihat…berdirilah…lihat kemerahan itu, lihat sinar itu, lihat mentari itu yang semakin menampakkan wajahnya…sun rise”

Dan ku hanya mampu menatap keindahan sinar merah bercampur kuning, sebuah lingkaran ditenganya….sun rise…sebuah janji

“ aku membayarnya, ku mohon kembalikan diriku sebagai bintangmu”

Janji yang telah dibayar….mentari yang telah hadir terangi langit yang semakin biru, embun pagi yang mulai menetes bersatu dengan tetesan b

Januari 11, 2010 Posted by | 1 | Tinggalkan sebuah Komentar

………

di salah satu koran lokal di daerah happy, ada iklan “siapa saja yang pengen cerpen atau puisinya dipublikasikan di koran ini silahkan kirim ke blabla…”

nah dengan adanya iklannya iklan itu…happy kirimlah puisi happy…tapi…nih hampir 1 tahun…eh…kok gak diterbitkan juga yah…bt happy,,,,,apa gak layak yah haha….btw…. mending happy publikasikan aja sebagian dari rangkaian kata-kata happy…di blog ini…hihi….

JENGAH……

Biasanya sang surya menyentuh menyengat hariku

Tapi hari ini…derai berdentam menghujani bumi hatiku

Membekap ditiap pelukan yang terlepas

Sungguh aku tertinggal kini

Tertuliskah sudah risalah sunyiku

Menorehkan tinta diatas secarik kerinduhan

Yang tak pernah usai

Dan aku….terpekur…termengu…

sendiri…..

Menggeruhkan sang pengemban ini….

Entah….semakin melumat tanpa arah

Laci-laci hati terbongkar…berserakkan

Jengah….sangat……

…..entahlah…….

Tunggu…dimana kemayu kerlip itu…

Berpenampang dengan tameng senyum

Tegap melangkahi alur….

Sungguh ronaku bergidik setiap lekingan…memekik rasa

Disudut sabar dan ikhlas….dari ayat rinduh

Dan….entahlah….

Satu…tetapkan aku dalam pelukMU ILLAHI…..

Kamar mungilku

Pyuw’070308

Mungkin….

aku slalu melaluinya…

selalu lah ia….membekap kerap disudut itu…..

mengadah gemerincing tiap denting keping

sebagai penerus jalan hidup…..

dihari yang merangas…sang terik memecahkan telapak yang dulu lembut dan halus

mungkin…..saja….

menggurat senyum yang terperih melukai hati

merinai gerimis…..berbaur bersama kedip yang basah pula….

mungkin juga…..dulu berteduh dalam selimut kehangatan…..

bahkan……mungkin dulu membuncah…berbahak bersama penghibur hati….

berlayar seindah hari yang berganti…seindah tiap keping dan tiap lembar

dan mungkin….

sekeping….selembar….

mengelar hembusan harinya yang tersenyum………..tanpa perih…..

avanza

270308

Bilikku

Dengarlah di sisi bilik perasa ini

Yang melantun lembut meningkahi hati yang merinduh

Seakan mampu menyepuh kesuraman hari dari semburat lelah

Sejenak….malam-malam ku yang terkilatkan cahaya….

gemilang dari riak yang tertahan merinduh

mungkinkah rentetan ini…akan melaskar tegap….

sampaikan ayat yang mentereng gagah di ranah sang lubuk…..

ah…..berdalihlah aku……

jika memang sendiriku mengelayuti rasa…

dalam bilik yang bermukena luluh

mengaluri rasa sesepi kelam dari keramaian penghibur khayalku….

tetapku dibilik…..hingga bintang itu bersinar

menaungiku di jagat kisah rasa dalam ridhoNya….

biarlah ku tetap dibilik….

dibilik hatiku….kecuali….

kau ajak ku menyinggahi bilikmu atas lantuan malam-malammu….padaNya….

kamar mungilku

pyuw 040408

Sejak itu…

Sejak gurat itu terlukis di wajahnya

Dan warna kelabu yang terpasung menjiwai rasa

Seperti hari itu yang tersamar

Diantara biru dan….memudar

Beranjaklah…sudah hingga meniti sapuan hati

Yang berada di genangan kebencian

Kegamangan yang memuntah berbiak-biak

Ah…..sudahlah…

Lengkuh aku….sesanggukan aku….

Kecupan itu memutar kincir hati

Seakan biar dalam likat berkelabat kelam

Membelit….semacam tetesan yang berarak tinggalkan kenangan

Tiba-tiba kepakan sayap mengitari titisan rasa

Mencabut kuntum….berarak dalam rangkaian bunga janji

Oh…inikah…saat itu….

Kelas

Pyuw 060508

Kembali

Tiap tikungan yang menghijau itu

Ku temukan cengkrama yang berdesir

Di dedaunan hijau …menguning gugur dan kembali tumbuh…..

Hingga tiap tilas langkah berbekas

Menangkar kisah…di kelok rona gelak

membuailah rasa yang hadir….kini….

Entah ….seterjal pendaki yang membuncah diantara gundukan-gundukan tinggi

Berkecipak setetes embun hingga mampu menghias

Dan…mampu membuka jalan dalam lengkungan yang kan teraluri kembali

Semoga saja sang pengarak kan terbangkan rasa kembali

dikehijauan yang membirukan hati

Sungguh ku ingin kembali….

Diantara ranting dan seteguk air dari akar rotan

disetiap kecuraman dan terjal

lengguh berkelabat rasa dalam genggaman….

kembalilah….

kalangisan,loksado

pyuw190508

Februari 20, 2009 Posted by | Tak terkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

OUR DAYS…IS…BEAUTIFUL

Tingkatkan popularitas Jaga penampilan! Memang, kecantikan hati dan pribadi yang matang lebih penting dari gaya berpakaian dan dandanan. Tapi bagaimana pun semua manusia adalah pecinta keindahan. Nggak ada salahnya, kan, kalau kita dandan sedikit, biar kelihatan indah. Kalau ada undangan, pakailah baju yang sesuai dress code. Jangan sok cuek dan menganggap itu nggak penting. Berpakaian sesuai dress code menandakan kita menghargai pihak yang mengundang, dengan demikian mereka juga akan menghargai kita. Tapi yang penting pakailah yang nyaman untuk kita. Meski sesuai dress code, kalau kita terlihat seperti lontong ya nggak, dong…. Yuk, lebih aktif Sementara yang lain asyik berkaraoke, kita jangan cuma diam saja. Diajak nyanyi nggak mau, goyang apalagi… lama-lama orang lain bakal bersikap masa bodoh dengan kita. Asal tahu aja, nih, kata jaim, tuh, sudah basi-yang ada cuma percaya diri! Biarpun suara kita pas-pasan dan goyangan kita kurang oke, nggak usah dipikirin, lakukan saja dan bersenang-senanglah! Koleksi lawakan dan kejadian lucu yang pernah kita alami jangan disimpan sendiri. Bagilah dengan teman-teman kita. Berani menceritakan pengalaman memalukan jadi salah satu tanda kalau kita sudah dewasa. Nggak bakal bikin kita terlihat bodoh, kok, setiap orang pasti pernah bikin kesalahan. CC

nah…..kan hidup cuma sekali…so manfaatin sebaik mungkin….. kalo ada kerikil ya trus maju jalan trus…..

happy say ” to be is to do and to do is to be”

====|PYUW|====

Januari 15, 2009 Posted by | inspirasi | 3 Komentar

SEMAKIN HARI, SEMAKIN TANGGUH

Kasus 1: Terancam PHK
Akibat krisis ekonomi, kabarnya perusahaan tempat kita bekerja akan mengurangi jumlah karyawan. Memang, sih, serba belum pasti tapi hal ini tetap bikin semua orang panik. Gimana kalau kita yang kena?

We are survivors!
Awalnya mungkin kita bingung, tapi nggak boleh berdiam diri dan menunggu kabar tersebut jadi kenyataan. Mendingan mulai sekarang kita cari tahu peluang atau pekerjaan di perusahaan lain yang sama menjanjikan sebagai tindakan antisipatif. Syukur-syukur sudah dapat pekerjaan pengganti sebelum jadi pengangguran.
Seandainya kita telanjur pindah padahal perusahaan dinyatakan kembali stabil, anggap saja sebagai berita baik buat rekan kerja yang lain. Toh, kita pindah atas kemauan sendiri. Tinggal kita berusaha sebaik mungkin di tempat yang baru, deh.

Kasus 2: Butuh status
Hampir setiap minggu kita dan pacar menghadiri pernikahan saudara atau sahabat. Tapi setelah tiga tahun menjalin hubungan, si dia sama sekali nggak menunjukkan tanda-tanda mau mengajak kita serius. Sampai akhirnya kita bosan sendiri mendengar pertanyaan “Kapan menyusul?” Sebel!

We are survivors!
Relasi akan selalu melibatkan orang lain dan seharusnya semua hal di dalamnya berlaku seimbang. Jadi, keputusan menikah bukan hanya ada di tangan pacar, tuh. Kita boleh banget berinisiatif mengajak si dia membicarakan hal ini supaya terjadi kesepakatan bersama.
Tapi kita juga mesti siap menghadapi kemungkinan terburuk, misalnya si dia belum mau menikah dan justru minta putus. Jangan sampai kita meratapi ‘nasib’ dan menyalahkan diri sendiri. Nggak banget, ah! CC

so……keep smile everyday…guys

====|PYUW|====

Januari 15, 2009 Posted by | inspirasi | 3 Komentar

BOBIKU SAYANG BOBIKU DEKIL

Pyuw : “ bob gak kerasa ya kita udah lima tahun “

Bobi : “ iya…” (jawab singkat si bobi)

Pyuw : “ bob lo sayang gak sih ma gw…..?”

Bobi “ ?????!!!!!” (diem aja…)

Pyuw : “ gw sadar kok bob…gw bukan cewek yang terbaik buat lo, mungkin kalo lo ma cewek lain, lo bakal lebih bahagia…..gw bisa kok ngerasain sakitnya elo semenjak ma gw….diawal kita kenalan…gw udah bikin elo jatuh ke selokkan, pe badan lo baret-baret…bukannya gw ngobatin elo eh…gw malah cuekin elo….dan kejadian itu berulang kesekian kali…gw masih inget kok bob…waktu kita jatuh di depan taman….itu sih bukan gw yang salah…dia yang nabrak kita bob….terus waktu kita jatuh di deket pasar…ya gw akui itu salah gw….mo cepet-cepet….”

Bobi : “ hiks…..hiks….?”

Pyuw :” maafin gw ya bob….gw udah bikin lo sakit…..”

Bobi :” gak papa kok……tapi….”

Pyuw : “ tapi apa bob ?”

Bobi : “ lo kok tega ma gw sih….lo yang gak sayang ma gw pyuw…?”

Pyuw :” maksud loh….?”

Bobi : diem……

Pyuw :” ya gw akui karena seringnya kita jatuh, akhir-akhir ini kesehatan lo jadi menurun, mang sih seharusnya gw bawa elo cek up …periksa ke dokter tiap bulan..paling gak tiap 3 bulan sekali…tapi kan lo tau bob….gw sibuk….yang lebih pentingnya duit gw pas-pas an bob….

Gw tahu kok bob…gw sadar…elo perlu vitamin….elo perlu perawatan body…..tapi….ya gw harap elo ngertiin gw bob….pa lagi kita udah 5 tahun bersama bob…. “

Bobi : “ iya….tapi lo kok tega sih menurunkan daya tarik gw…..”

Pyuw : “ maksud lo…daya tarik ?”

Bobi : “ gw seneng…..setiap kita jalan bareng kemana aj…gw siap nganter elo…gw selalu semangat ngater elo karna yang gw anter cewek manis yang caem abis (kasihan kalo gak di puji…walaupun gw dosa udah boong)…..tapi elo…kok tega sih bikin gw dekil…”

Pyuw : “ dekil..?….hehe..maafin gw ya bob…tapi makasih ya atas pujiannya…gw mang manis kok…lo gak salah bob…”

Bobi : “ errrggggggg”

Pyuw :” hehe…iya deh bob…gw janji , gw bakal rajin mandiin elo….pake sampho yang gak pedih kalo kena mata…..atau sesekali elo gw ajak mandi salju…..ngasih vitamin oli,supaya elo selalu sehat walafiat, makein handbody supaya kulit lo slalu kinclong, gw janji bob suer…..”

Bobi : tersenyum……

Pyuw :” tapi bob….kalo gw gak ada kerjaan ya….kan elo tahu kerjaan gw nambah semenjak gw megang 2 sekolah…..”

Bobi : “ hiks…hiks…”

pyuw :” i love u bob….”

si bobi tempat penitipan helm….DA 3031 BR

September 22, 2008 Posted by | Tak terkategori | 2 Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

September 22, 2008 Posted by | Tak terkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.